Mata
Kuliah : Audit Sistem Informasi
Topik : Mutu Audit
Jelaskan apa
yang Anda ketahui tentang Critical Success Factor (CSF) dalam studi audit
sistem informasi?. Carilah jawaban Anda
melalui internet atau referensi lain dan sebutkan dari mana (referensi) jawaban
Anda tersebut?
Jawaban:
Critical
success factors (CSF) merupakan sebuah strategi analisa yang membantu seorang
manajer untuk mencapai tujuan dari perusahaan, termasuk faktor-faktor yang akan
mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan.
Critical
Success Factor (CSF) digunakan sebagai batasan untuk menentukan kriteria
pengukuran kinerja bagi setiap proses. Dimana, kriteria tersebut dilambangkan
dengan indikator-indikatornya yaitu indicator sasaran dan indicator kinerja.
Critical Success Factor dan
indikator-indikator yang berelasi
ditentukan dari COBIT.
Penentuan indikator sasaran dan indikator kinerja dari sistem
informasi dilakukan agar
aktivitas-aktivitas terkendali
sehingga memberikan jaminan
bahwa sasaran proses IT tersebut tercapai.
Jelaskan
apa yang Anda ketahui tentang Key Goal Indicator (KGI) dalam studi audit sistem
informasi?. Carilah jawaban Anda melalui
internet atau referensi lain dan sebutkan dari mana (referensi) jawaban Anda
tersebut?
Jawaban
Key Goal
Indicators (KGI) adalah sasaran atau target yang ingin dicapai oleh sebuah
proses atau aktivitas di dalam perusahaan.
Key Goal
Indicator (KGI) merupakan indikator sasaran dan Penentuan indikator sasaran
dari sistem informasi dilakukan agar
aktivitas-aktivitas terkendali
sehingga memberikan jaminan
bahwa sasaran proses IT tersebut tercapai.
Jelaskan
apa yang Anda ketahui tentang Key Performance Indicator (KPI) dalam studi audit
sistem informasi?. Carilah jawaban Anda
melalui internet atau referensi lain dan sebutkan dari mana (referensi) jawaban
Anda tersebut?
Jawaban
Key
Performance Indicators (KPI) merupakan matrik finansial maupun non finansial
yang digunakan oleh perusahaan untuk mengukur performa kinerjanya. Key
Performance Indicator biasanya digunakan untuk menilai kondisi suatu bisnis
serta tindakan apa yang diperlukan untuk menyikapi kondisi tersebut.
Key
Performance Indicators (KPI) merupakan indikator kinerja dan Penentuan
indikator kinerja dari sistem informasi
dilakukan agar
aktivitas-aktivitas terkendali sehingga memberikan
jaminan bahwa sasaran proses IT
tersebut tercapai.
Sumber:
Menurut
framework COBIT, tingkat maturity terdiri dari enam level antara 0 sampai level
5. Jelaskan arti masing-masing level?
Jawaban
Level 0
(Non-existent) merupakan tingkat paling kecil, dimana tidak terdapat proses
terkait sama sekali.
Level 1
(Initial/Ad Hoc), tahap dimana manajemen sadar akan pentingnya diperhatikan
proses terkait, tetapi implementasi yang terjadi masih bersifat reaktif, sesuai
dengan kebutuhan mendadak yang ada dan tidak terorganisir.
Level 2
(Repeatable but Intuitive), tahap
dimanan manajemen telah memiliki pola untuk mengelola proses terkait
berdasarkan pengalaman yang berulang yang pernah dilakukan sebelumnya. Namun,
pola tersebut belum terstandarisasi.
Level 3 (
Defined Process), tahap dimana manajemen telah berhasil menciptakan standar
baku pengelolaan proses terkait walaupun belum dilakukan secara terintegrasi.
Level 4
(Managed and Measurable), tahap dimana kegiatan dan standar yang ada telah
diterapkan secara formal dan terintegrasi. Serta terdapat indicator sebagai
pengukur kemajuan kinerja secara kuantitatif bagi pihak manajemen.
Level 5
(Optimised), tahap dimamna manajemen telah berkomitmen terhadap proses yang ada
agar dapat menjadi sebuah best practice yang selalu dikembangkan. Tahap ini
telah terdapat pengrtian yang menyeluruh mengenai pengelolaan TI dan solusinya.
Sumber:
Apa yang Anda ketahui tentang Balance Score
Card? Jika perlu, sertakan gambar/bagan yang memperjelas jawaban Anda.
Jawaban
Balance
Score Card merupakan pengukuran kinerja perusahaan yang modern dengan
mempertimbangan empat perspektif (yang saling berhubungan) yang merupakan
penerjemahan strategi dan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam
jangka panjang, yang kemudian diukur dan dimonitor secara berkelanjutan.
Balanced
Score card muncul ketika adanya pergeseran tingkat persaingan bisnis dari
industrial competition ke information competition, sehingga mengubah alat ukur
atau acuan yang dipakai oleh perusahaan untuk mengukur kinerjanya.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar